Tunneling DNS Melalui VPN: Meningkatkan Privasi dan Keamanan

Domain Name System (DNS) adalah sistem untuk menerjemahkan nama domain yang mudah diingat manusia ke alamat Internet Protocol (IP) numerik yang sesuai. Server DNS berisi database alamat IP publik dan nama host terkait.

Tunneling DNS Melalui VPN: Meningkatkan Privasi dan Keamanan

Di era digital saat ini, di mana privasi dan keamanan daring telah menjadi perhatian utama, penggunaan Jaringan Pribadi Virtual (VPN) telah mendapatkan popularitas yang signifikan. VPN menawarkan cara yang aman dan pribadi untuk menjelajahi internet, dengan mengenkripsi lalu lintas data antara perangkat pengguna dan server VPN. Meskipun banyak pengguna familiar dengan manfaat VPN dalam mengenkripsi lalu lintas internet secara keseluruhan, aplikasi yang kurang dikenal namun sama pentingnya adalah tunneling kueri DNS melalui VPN. Artikel ini menjelaskan konsep tunneling DNS melalui VPN, keuntungannya, dan bagaimana hal tersebut berkontribusi pada meningkatkan privasi dan keamanan.

Memahami DNS dan Kebocoran DNS

Sebelum membahas tentang tunneling DNS melalui VPN, penting untuk memahami dasar-dasar DNS (Domain Name System). DNS adalah protokol dasar yang bertanggung jawab atas menerjemahkan nama domain yang mudah dibaca manusia (misalnya, mikrotik.web.id) menjadi alamat IP yang dapat dipahami oleh komputer. Setiap kali Anda memasukkan URL di peramban Anda, perangkat Anda mengirim permintaan DNS ke server DNS untuk mendapatkan alamat IP yang sesuai, memungkinkannya untuk menjalin koneksi dengan server web yang diinginkan.

Namun, proses yang tampaknya tidak berbahaya ini dapat mengorbankan privasi Anda. Ketika Anda terhubung ke internet tanpa VPN, permintaan DNS Anda sering kali ditangani oleh Penyedia Layanan Internet (ISP) Anda. Ini berarti bahwa ISP Anda berpotensi dapat memantau, mencatat, atau bahkan memanipulasi permintaan DNS Anda, memungkinkan mereka untuk melacak aktivitas online Anda. Inilah yang sering disebut sebagai "kebocoran DNS."

Peran VPN dalam Tunneling DNS

Saat Anda menggunakan VPN, lalu lintas internet Anda diarahkan melalui terowongan terenkripsi ke server VPN, yang efektif menyembunyikan alamat IP Anda dan meningkatkan keamanan. Namun, dalam banyak kasus, kueri DNS masih dikirimkan ke server DNS default Anda yang disediakan oleh ISP Anda, berpotensi menghadirkan risiko kebocoran DNS.

Tunneling DNS melalui VPN melibatkan pengiriman kueri DNS melalui terowongan VPN terenkripsi ke server DNS pilihan Anda, yang sering kali disediakan oleh layanan VPN. Proses ini memastikan bahwa kueri DNS Anda juga dienkripsi dan aman, mencegah potensi kebocoran DNS dan meningkatkan privasi online Anda.

Keuntungan Tunneling DNS Melalui VPN

  1. Privasi yang Ditingkatkan: Tunneling DNS melalui VPN mencegah ISP atau pihak yang mungkin ingin memantau permintaan DNS Anda. Ini menambah lapisan privasi ekstra pada aktivitas online Anda.
  2. Pencegahan Kebocoran DNS: Dengan mengalihkan permintaan DNS melalui terowongan VPN, Anda menghilangkan risiko kebocoran DNS, memastikan bahwa seluruh lalu lintas internet Anda, termasuk permintaan DNS, tetap aman.
  3. Cara Menghindari Pemblokiran Geografis: Tunneling DNS melalui VPN dapat membantu Anda menghindari pemblokiran geografis dan mengakses konten yang mungkin dibatasi di wilayah Anda.
  4. Perlindungan dari Manipulasi: Beberapa aktor jahat mungkin mencoba pemalsuan atau manipulasi DNS untuk mengalihkan pengguna ke situs web palsu. Tunneling DNS melalui VPN dapat membantu mengurangi risiko ini.
  5. Konsistensi dalam Perlindungan Privasi: Tunneling DNS melalui VPN memastikan bahwa permintaan DNS Anda diperlakukan dengan tingkat privasi dan keamanan yang sama dengan seluruh lalu lintas internet Anda.

Cara Menggunakan DNS Melalui VPN

Mengaktifkan DNS melalui VPN bervariasi tergantung pada penyedia VPN Anda dan perangkat yang Anda gunakan. Namun dalam hal ini kami akan menunjukan menggunakan VPN DNS Gratis dari MikroTik.web.id.

#VPN Profile (auto disable dan enable route ketika VPN Down)
/ppp profile
add name=DNS on-down=\
    "/ip route disable [find comment=\"dns.mikrotik.web.id\"]" on-up=\
    "/ip route enable [find comment=\"dns.mikrotik.web.id\"]"

/interface sstp-client remove [find comment="dns.mikrotik.web.id"]
/interface sstp-client add name=vpn.mikrotik.web.id connect-to=vpn.mikrotik.web.id:8443 disabled=no user=dns password=mikrotik.web.id profile=DNS comment="dns.mikrotik.web.id"
# Selain SSTP anda bisa menggunakan L2TP atau PPTP

/ip route remove [find comment="dns.mikrotik.web.id"]

# Google DNS
/ip route add dst-address=8.8.8.8 gateway=172.16.144.1 comment="dns.mikrotik.web.id"
/ip route add dst-address=8.8.4.4 gateway=172.16.144.1 comment="dns.mikrotik.web.id"

# Cloudflare DNS
/ip route add dst-address=1.1.1.1 gateway=172.16.144.1 comment="dns.mikrotik.web.id"
/ip route add dst-address=1.0.0.1 gateway=172.16.144.1 comment="dns.mikrotik.web.id"

# OpenDNS
/ip route add dst-address=208.67.222.222 gateway=172.16.144.1 comment="dns.mikrotik.web.id"
/ip route add dst-address=208.67.220.220 gateway=172.16.144.1 comment="dns.mikrotik.web.id"

# hapus cache dns di mikrotik
/ip dns cache flush

# set dns mikrotik (sesuaikan kebutuhan)
/ip dns set allow-remote-requests=yes servers=8.8.8.8,8.8.4.4

Testing : kunjungi https://dnsleaktest.com/

dnsleaktest